Wednesday, June 30, 2010

Rayuan Nurani..

Di antara kudrat Tuhan
Dia mencipta manusia
Sebagai khalifah mentadbir bumi ini
Juga sebagai hamba nan berbakti dan berbudi
Ingatlah Tuhan yang Maha Kuasa

Ombak yang menderu
Dedaun berterbangan
Terkadang mengkhayalkan diriku
Terlupa aku pada pencipta yang Esa
Yang sentiasa melihat diriku

Di mana... Di mana ku berada
Di mana... Di manakah diriku

Adakah di jalan lurus atau dijalan yang berliku
Oh Tuhan tunjukkan ku jalan kebenaran
Ku tahu jalan bahagia
Penuh onak jua cabaran
Oh Tuhan beri kekuatan pada ku

Di mana... Di manakah diriku
Di mana... Di mana ku berada

Demi mendapat keredhaan dari Mu
Sanggup ku tempuhi ranjau yang penuh berliku
Dengan rahmat Mu ya Tuhan
Selamatkanlah diriku
Dari siksa dan api neraka-MU


Adakah di jalan lurus atau dijalan yang berliku
Oh Tuhan tunjukkan ku jalan kebenaran
Ku tahu jalan bahagia
Penuh onak jua cabaran
Oh Tuhan beri kekuatan pada ku

Di mana... Di mana ku berada
Di mana... Di manakah diriku

Di antara kudrat Tuhan
Dia mencipta manusia
Sebagai khalifah mentadbir bumi ini
Juga sebagai hamba nan berbakti dan berbudi
Ingatlah Tuhan yang Maha Kuasa..


Tuesday, June 29, 2010

Sebuah Pertemuan..

Ketika diri mencari sinar
Secebis cahaya menerangi laluan
Ada kalanya langkahku tersasar
Tersungkur di lembah kegelapan

Bagaikan terdengar bisikan rindu
Mengalun kalimah menyapa keinsafan
Kehadiranmu menyentuh kalbu
Menyalakan obor pengharapan

Tika ku kealpaan
Kau bisikkan bicara keinsafan
Kau beri kekuatan, tika aku
Diuji dengan dugaan
Saat ku kehilangan keyakinan
Kau nyalakan harapan
Saat ku meragukan keampunan Tuhan
Kau nsanea rahmat-Nya mengatasi segala

Menitis air mataku keharuan
Kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan

Cinta yang semakin kesamaran
Kau gilap cahaya kebahagiaan
Tulus keikhlasan menjadi ikatan
Dengan restu kasih-Mu, oh Tuhan

Titisan air mata menyubur cinta
Dan rindu pun berbunga
Mekar tidak pernah layu
Damainya hati
Yang dulu resah keliru
Cintaku takkan pudar diuji dugaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampaian kepada Tuhan
Lantaran diri hamba kerdil dan hina

Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekati-Nya
Tika diri dalam kebuntuan

Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti
Cinta hakiki yang abadi

Tiada yang menjadi impian
Selain rahmat kasih-Mu Tuhan
Yang terbias pada ketulusan
Sekeping hati seorang insan
Bernama teman






Sahabat..


Sahabat..
Ada masa kita sabar diuji mehnah
Kadang-kadang kita kalah dilanda fitnah
Iman pasang segala rintangan jadi mudah
Iman surut segalanya payah utk diredah
Kadang-kadang kita redha
Kadang-kadang kita sukar membugar pasrah
Jalan hidup sukar diteka
Senang tak bermakna hujungnya bahagia
Sukar tak beerti selamanya derita
Antara sabar dan keluhan, seperti tiada beza
Tapi indahnya jika kita tahu
Bahawa kepahitan itu, penawar terbaik utk racun berbisa
Tapi kadang-kadang kita lupa
Kerap kali kita alpa
Sedang kita mafhum
Tiada yang lebih berkuasa melainkan DIA..



Monday, June 28, 2010

Berapa Lama Kita di Kubur ??..

“Suatu hari pasti engkau akan tinggalkan tempat tidurmu (di dunia), dan ketenangan pun menghilang darimu. Bila engkau berada di kuburmu pada malam pertama, demi Allah, fikirkanlah untung nasibmu dan apa yang akan terjadi padamu di sana?”


Awan sedikit mendung, ketika kaki-kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg kelihatan besar dari saiz ukuran badannya melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang ais krim sambil mengangkat ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet. Berputar sejenak ke kanan dan kemudian duduk di atas selonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"

"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" . Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya ayah?" Ayahnya mengangguk sambil tersenyum, memandang pusara Ibu-nya.

"Hmm, bererti nenek sudah meninggal 42 tahun ya ayah...? " Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya ayah?", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengusap kepala satu-satunya anak kesayangannya. "Memangnya kenapa nak ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan ayah?"

Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, bererti nenek sudah disiksa 42 tahun di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, bererti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah. Di atas sejadahnya, memikirkan apa yang dikatakan oleh anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un . Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi?
Tahankah?
Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri .

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang sedang nyenyak tidur di atas dipan Bambu. Dibetulkan selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa sedar, betapa sang ayah sangat berterima kasih padanya karena telah menyedarkannya erti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...

"Ya Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."

“Apakah Malam Pertama Kita di Alam Kubur Nanti Asyik dan Nikmat atau Penuh Derita dan Sengsara?” Ya Allah.. ampunkan segala dosa hamba..

Sunday, June 27, 2010

Ujian Untukku..


Ya Allah ya tuhanku,
Tidakku nafikan bahawa Engkaulah yg maha kuasa,
Tidakku nafikan Engkaulah yg menciptakan langit dan alam semesta,
Dan tidak juga ku nafikan Engkaulah yg maha esa..

Ya Allah ya tuhanku,
Engkaulah yg maha pencipta,
Engkaulah yg menentukan qada qadar manusia,
Engkau lebih mengetahui apa yg ku tidak tahu,
Dan tetapku beriman dengan segala ketentuanMu

Allahumma Rabbi,
Apakah diriku ini insan yg terhina,
Apakah diriku ini insan yg alpa,
Apakah diriku ini insan yg telah termaktub namanya di pintu neraka.
Namun tidak sanggupku untuk,
Ke nerakaMu Ya rahman.

Memang ternyata diriku hambaMu yg lemah,
Terpesong kearah jalan yg penuh berdosa,
Kegelapan yg tidak ada walaupun secebis cahaya,
Setiap langkah hanya menyungkurku semata-mata.

Namun tidak ku berhenti berusaha,
Mencari sinaran bak mutiara,
Di taman yg berduri,
Serta penuh dengan haiwan berbisa,

Ku bersyukur padaMu Ya Rahman,
Ku temui sinar yg berkilau,
Terpancar ke wajah dan qalbuku,
Yg lama membuta di alam kegelapan.

Walaupun hanya secebis cahaya,
Ianya mampu mengubah langkahku,
Dari merangkak ke berdiri,
Dari berdiri ke berjalan,
Dari berjalan ke berlari kepadaMu..

Namun,
Ku diuji kembali,
Cahaya yg datang kian pergi,
Apakah kerna dosaku Ya Rahman,
Apakah kerna lekaku lagi Ya Rahim..
Terbuktilah diriku hambaMu yg lemah.

Ku berdoa padaMu Ya Allah,
Moga dikurniakan kekuatan dan kesabaran,
Agar redha dengan segala ujian,
Menempuh dengan segala ilmuan,
Ku akur dengan ketentuanMu,
Ku percaya ada hikmah yg akan berlaku,
Menguji keimanan di dada ku,
Sesungguhnya engkau sentiasa disisiku..

Semoga ujian ini mengajarku,
Bahawa teman ini sekadar membantu,
Untuk mencari hidayah dan keredhan dariMu,
Dan mengajar erti pautan hanyalah padaMu.

3 Golongan Manusia dalam Menghadapi Musibah.. Golongan manakah aku??


Kami membuatkan segala yang di bumi untuk perhiasan baginya, dan supaya Kami menguji siapa antara mereka yang paling baik dalam amalan. (Al-Kahfi: 7)



Ada tiga golongan manusia dalam menghadapi musibah :


a. Pertama adalah golongan yang menganggap bahawa musibah adalah sebagai hukuman dan azab kepadanya. Sehingga, dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh.

b. Kedua, golongan yang menilai bahawa musibah adalah penghapus dosa dan dia tidak pernah menyerahkan apa-apa hal yang menimpanya kecuali kepada Allah.

c. Ketiga, golongan yang meyakini bahawa musibah adalah ladang peningkatan iman dan takwa. Golongan yang seperti ini selalu tenang serta percaya bahawa musibah itu, Allah menghendaki pada kebaikan bagi dirinya.

Padamu Harapanku..

Ya Allah..
Akal, hati dan jiwaku..
Telah kuhadapkan padaMu..

Akal yang penuh keyakinan terhadapMu..
Hati yang penuh dengan keimanan padaMu..
serta
Jiwa yang senantiasa mencintaiMu..

Ku bergantung padaMu..
Untuk setiap langkah yang kulakukan..
Aku hanyalah hamba yang tak memiliki kemampuan apapun bila tanpa kuasaMu.
ku akui hanya Engkaulah Tuhanku.
Tuntun aku ya Allah,
agar senantiasa mampu selalu mensyukuri nikmatMu.
Amin...

Monday, June 21, 2010

~~FaEzAh~~


Sahabatku..

Bila kau katakan ini,kita selalu putuskan untuk ambil yang itu..

Bila aku katakan di sini,kita mesti akan putuskan untuk tunggu di sana.. hehe..

Betapa kurindukan kenangan kita bersama sahabatku..

Di saat dikau berduka,akulah pengubat hati nan lara..

Di saat aku bersedih,kaulah tempat aku menangis..

Sungguh indah persahabatan atas titian silaturrahim yang hadir kerana-MU

Ya Allah..

Sungguh,aku amat bersyukur mengenalinya kerana-MU Ya Rabb..


Sahabatku..
Sesungguhnya nilai sebuah kenangan itu lebih mahal dari segalanya..

Andai bahagia bersama kita,ke akhirnya cinta dan kasih-sayang akan terus bersemi..


Sungguh wahai sahabatku..

Sehingga kini,kau tetap dihatiku..

Sehingga ke akhir hayatku,kasih-sayangku takkan beralih darimu..


Faezah..

Betapa peritnya untukku hadapi perpisahan kita..

Betapa sakitnya untukku terima takdir kita..

Namun, segalanya kehendak Yang Maha Kuasa..

Siapa kita untuk menghalanginya, sayangku..

Perpisahan kita,kuterima jua dengan Redha..

Perpisahan kita bagiku tiada lagi perpisahan kedua..

Kerana aku hidup di sini bersama kenangan kita..


Sayangku..

Mungkin hari ini bukan masanya untukku katakan padamu..

Tetapi,ketika aku membaca warkah terakhirmu..

Hatiku terasa pilu..

Jiwaku meronta ingin mendapatkanmu..

Sesungguhnya kaulah sahabat yg sebenar-benar sahabat buat diri ini..
Tapi,apalah dayaku sayangku..

Tiada lagi kau di sisi..

Tiada lagi kau di sini..

Tiada lagi kau di dunia ini..



Ya Allah Ya Tuhanku..

Hamba mohon pada-MU..

Kuatkanlah Imanku..

Kuatkanlah hatiku..

Agar aku terus bersama-MU menuju takdirku..



Ya Allah,
Seandainya Engkau menerima segala amalanku di dunia ini..
Seandainya Engkau Redha dgn Keredhaan yg diberikan oleh kedua ibu bapaku terhadap diri ini..
Aku mohon..
Aku memohon kpd-MU Ya Allah..
Janjikan aku..
Atas kebaikan amalanku di dunia ini..
Untuk menarik kedua-dua IBU BAPAKU,keluargaku..
Juga sahabatku bersamaku di syurga..
Dan hindarilah kami dari azab api neraka-MU Ya Allah..

Amin Ya Robbal A'lamiinn..


Selama-lamanya kasih-sayangku tetap bersamamu.. Faezah..
DEAR GOD, I MISS EVERYTHING ABOUT HER..

Saturday, June 19, 2010

Selamat Hari Bapa.. Abah.. =).







OR.. iN nEw VeRsIon!!

UhIbBuKa yA ABi..


Cinta Kita.. Cinta Perjuangan..





"Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera agama.

Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.

Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat ruhani, sempurna hati.

Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.

Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana ana serikandi dengan silam yang kelam.

Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.

Dan yang akan terjadi, andai tak sama kehendak hati, ana redha ketetapan Ilahi"






Kalaupun cinta kita tidak bertaut di dunia, biarlah ia bertaut di syurga. Kerana cinta kita ialah cinta perjuangan..!!"

Tips atasi zina hati..



Selagi dinamakan manusia, kita mempunyai perasaan suka mengasihi dan dikasihi. Memang adat kehidupan bahawa kasih cinta didahului dengan berasa rindu, namun jangan pula rindu berlebihan. Kerinduan kepada kekasih, sering kali membekaskan duka, penyakit menyebabkan kelemahan hati. Kita sebenarnya berperang dengan perasaan. Namun, seorang Muslim akan terasa nikmat jika dapat menjauhi keluhan, kesedihan dan kerinduan ini.


Ibnu Qayyim memberikan terapi mujarab mengenai masalah rindu. Sebelum itu beliau memberikan sebab mengapa rasa rindu berlebihan terjadi antaranya: Hati tidak terisi oleh rasa cinta, syukur, zikir dan ibadah kepada Allah sebaliknya membiarkan mata meliar. Pandangan dan renungan mata adalah jalan membawa kepada kesedihan dan keresahan.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Pandangan mata itu satu daripada sekian banyak anak panah iblis.” Setiap penyakit ada ubatnya. Ubat yang terbaik adalah meneguk daripada pengajaran al-Quran seperti firman Allah yang bermaksud: “Demikianlah supaya kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba kami yang terpilih.” - (Surah Yusuf, ayat 24)


  • Ikhlas kepada Allah. Ikhlas adalah ubat penyakit rindu. Ikhlas kepada Allah bermakna selalu berusaha berada di pintu ibadah dan memohon kesembuhan daripada Allah. Jika kita ikhlas kepada Allah, Allah akan menolong kita daripada penyakit kerinduan melalui cara tidak pernah terdetik di hati. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Sungguh jika hati telah berasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, nescaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, indah, nikmat dan baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu dicintainya, melainkan selepas memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya.

  • Doa mengundang sikap, rasa fakir dan rendah diri di hadapan Allah. Oleh itu doa adalah salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika kita berada dalam kesempitan, kita bersungguh-sungguh dalam berdoa, berasakan Allah amat dekat mendengarkan rayuan.

  • Mengurus mata dan pandangan. Pandangan yang berulang-ulang adalah suis penting menyalakan api rindu. Orang yang memandang dengan sepintas lalu jarang berasakan hati terusik dan jatuh. Ibnul Qayyim menyatakan: “Orang berakal tidak mudah tergelincir jatuh hati dan rindu, dia tidak tertimpa pelbagai kerosakan. Barang siapa yang terjun ke dalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri, tertipu dan akhirnya binasa. Jika dia tidak melakukan pandangan berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya itu meragut benang asmara, pastilah asmara tidak akan kukuh mencengkam jiwanya.”

  • Bernikah dan membina rumah tangga adalah langkah paling baik. Inilah ubat rindu paling baik. Tidak semestinya bernikah dengan orang yang kita kagumi. Meskipun pernikahan itu dilangsungkan tidak dengan orang dicintai dan diidamkan.


Friday, June 18, 2010

Tinta Buat Sahabat..




Sahabat,

Maafkan daku andai daku bukan sahabat yang terbaik buatmu..

Maafkan daku andai terpaksa menyakiti hatimu..

Maafkan daku andai terpaksa mengasarimu..

Alangkah bagusnya jika dirimu mengetahui segalanya kenapa daku perlakukanmu demikian..

Ini bukan kesilapanmu sahabatku.. tetapi aku..

Alangkah bagusnya jika kamu mengetahui kebenarannya..

akan tetapi,maafkanku sahabat.. terlalu sukar untukku mengatakannya..


Sahabat,

Aku tahu,terlukanya hatimu keranaku..

Yakinlah sahabat,aku lakukan semua itu kerana aku menyayangimu..

Sungguh Ya Allah,hamba menyayangi dirinya..

Tetapi,

Apalah dayaku untuk menolak sagala ketentuan-MU Ya Tuhan..

Apalah dayaku untuk menolak nikmat kasih dan sayang pada seseorang yang bernama TEMAN..

Padamu sahabat..

Apalah dayaku Ya Allah..


Tuhan,

Kepercayaan dan kasih –sayang yang hamba taruhkan bukan milik hamba..

Hamba akui segala-galanya terletak pada-MU..

Tuhan,

Jika KAU izinkan,

Untuk kali keduanya,hamba ingin sekali menemui dirinya..

Hamba ingin sekali memeluk dirinya..

Mengatakan padanya,

“Awak tak pernah hilang saya sahabat awak.. Saya tetap sayangkan awak.. sampai akhir hayat saya..”

Adakah peluang untukku mengatakan semua tu padanya??


Ya Allah,

Jagalah dirinya sebagaimana hamba terasa disayanginya sepanjang perkenalan kami..

Kurniakanlah dia sahabat yang benar-benar ingin bersahabat dengannya..

Menerima dirinya seadanya.. tidak menikamnya dari belakang..

Hanya pada-MU hamba sandarkan doaku Ya Allah..

Tenangkanlah hatinya di saat dia bersedih hati..

Hanya satu pintaku..

Sayangilah dirinya melebihi kasih sayangku padanya..

Aku redha melepaskan dia pada takdirku ..

Sesungguhnya,ini untuk kebaikan dirinya..


Buat Sahabatku,

Saya tetap sayangkan awak.. kerana saya sahabat awak..

Sampai bila-bila pun saya tetap akan sayangkan awak..

Sahabat yang awak cari,ada di sini..


Thursday, June 17, 2010

Kenapa Kita Mesti Bersahabat ??




Siapakah yang dikatakan sahabat?
Adakah perlu dia kaya dan segak?
Apakah perlu dia pandai mengambil hati?
Mestikah dia tidak mementingkan diri sendiri?
Atau..
Sahabat ialah orang yang sekepala dengan sahabatnya?
Satu hala tuju dan matlamat yang selari?

Mestikah dia mengetahui kegemaran sahabatnya?
Atau..
Adakah orang yang dapat gembira suka dan duka bersama?
Membantu bila sahabatnya kesusahan?
Atau..
Seorang sahabat ialah orang yang menjaga sahabatnya dari kemurkaan Allah?
Dia menegur apabila sahabatnya lupa..
Pastinya dia orang yang menyayangi sahabatnya seperti menyayangi dirinya..

Kenapa mesti kita bersahabat???

1.Sebagai seorang manusia kita tidak dapat hidup bersendirian, kerana manusia dengan sifat kurniaan Allah itu saling perlu memerukan.
Ibaratnya tidak ada diciptakan juga daripada golongan Adam sahaja tetapi diciptakan juga dari golongan Hawa.
Kerana sudah menjadi fitrah manusia memerlukan teman..

2. Sahabat adalah cermin diri kita.
Jka kita bersahabat dengan orang jahat,maka kita pasti dicerminkan sedemikian.
Jika bersahabat dengan orang yang soleh, maka kita juga pasti dicerminkan sedemikian.
Oleh yang demikian, pilihlah siapa sahabatmu..

3. Islam menganjurkan umatnya supaya memilih sahabat yang baik.
Pilih sahabat yang baik seumpama jika kita berkawan dengan pelebur besi, maka kita pasti mendapat percikan api.
Tapi jika berkawan dengan penjual haruman, maka kita pasti berbau harumannya.. Dan pohonlah kepada Allah supaya Allah mengurniakan kita sahabat yang boleh membawa kita untuk mendapat keredhaanNYA...

Telah Kupilih Jalan-MU Ya Tuhan..



Telah kupilih jalanMu
Jalan yang mendekatkan aku padaMu
Jalan orang-orang yang beriman dan beramal soleh
Dan aku yakin sebenar-benarnya
Cintaku padaMu takkan pernah dikecewakan

Namun Tuhan,
Ampuni aku,
Fitrah hati ini terlalu berat untuk kubuang
Terlalu pahit untuk ditelan
Tapi terus-terusan aku gagahkan
Demi menggapai cintaMu Yang Esa

Bantulah aku Tuhan
Jika rinduku ini imaginasi syaitan
Dan kuminta ia dilenyapkan
Andai kasihku berlandaskan nafsu
Kumohon matikanlah rasa cinta yang belum tentu jadi milikku

Tolonglah aku Tuhan
Untuk mengisi bejana cintaku untukMu
Agar aku takkan pernah dahagakan
Cinta dari insan yang tak halal bagiku
Teguhkan kasihku untukMu
Agar aku tak kecundang dijajah cinta yang dusta
Yang menjadi hijab di antara kita
Tetapkan langkahku di jalan ini



Gagahkan aku Tuhan
Untuk menenggelamkan kapal cinta manusia
Walau ia se'gah' bahtera 'Titanic'
Tetapku pinta ia karam
Jika belayar ia di lautan dosa

Dan kumohon Tuhan
Damaikanlah ombak di hati
Walaupun ribut datang mengundang
Kasihku diikat di dasar Rabbi
Kerana ianya lumrah ujian..
Dan akan kuterus tekadkan janji
Kerana telah kupilih jalanMu..

Ameen Ya Robbal A'lamin..